Upaya Diversifikasi pangan Sumber Protein pada Kelomppok Wanita Tani Oematfanu, Desa tapenpah Melalui Pelatihan Pembuatan tempe Kedelai

Authors

  • Hyldegardis Naisali Universitas Timor
  • Deseriana Bria Universitas Timor
  • Natalia Desy Djata Ndua Universitas Timor
  • Yeremias Binsasi Universitas Timor

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v6i1.1014

Keywords:

Tempe, Protein, Stunting, Kelompok Wanita Tani, Pengabdian

Abstract

Selama ini hampir semua KWT hanya melakukan kegiatan budidaya tanaman hortikultura maupun tanaman pangan namun belum melakukan kegiatan pengolahan produk. Hal ini yang menyebabkan jumlah stunting di Desa Tapenpah 21 orang. Untuk mengatasi hal demikian perlu adanya pangan sumber protein. Tempe merupakan sumber protein nabati yang cukup penting bagi masyarakat Indonesia yang difermentasi. Keunggulan tempe diantaranya daya cerna protein, karbohidrat dan lemaknya lebih baik; beberapa kandungan vitamin lebih tinggi, ketersediaan (bioavailabilitas) mineral menjadi lebih baik. Pelatihan pembuatan tempe dengan tujuan untuk menurunkan angka stunting. Selain itu, diharapkan menjadi nilai tambah bagi masyarakat Desa Tapenpah yaitu membuat tempe sendiri untuk dikonsumsi dan juga dapat dijual. Hal ini akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Melalui KWT diharapkan wanita-wanita yang umumnya adalah ibu rumah tangga bukan saja dapat produktif dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya tetapi juga produktif dan mandiri dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.  Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi dan pelatihan pembuatan tempe kepada KWT sebagai penyedia makanan dalam rumah tangga. Sehingga dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk (Stunting) akan menurun dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kacang kedelai  menjadi tempe dapat menurunkan kadar raffinosa dan stakoisa yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (perut kembung).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Jurnal:

Aniah Ardiana and Retno Purwandari. 2011. Pengaruh Pemberian Tahu-Tempe Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Penderita Gizi Buruk di kabupaten Jember. The Soedirman Journal of Nursing, 6(2).

Egounlety, M. 2003. Effect of soaking, dehulling, cooking and fermentation with Rhizopus oligosporus. 56, pp. 249254. DOI: https://doi.org/10.1016/S0260-8774(02)00262-5

Hyldegardis Naisali and SN. Wulan. 2020. Sensory Characteristics of Black Cowpea and Soybean Tempeh. 8(1), pp. 2935.

Varzakas, T. 1998. Rhizopus oligosporus mycelial penetration and enzyme diffusion in soya bean tempeh. Process Biochemistry. Elsevier, 33(7), pp. 741747. doi: 10.1016/S0032-9592(98)00044-2 DOI: https://doi.org/10.1016/S0032-9592(98)00044-2

Buku

Potter, P. and Perry, A. 2005. Buku ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, proses, dan praktek. 4th edn. Jakarta: EGC.

Downloads

Published

2025-12-22

How to Cite

Upaya Diversifikasi pangan Sumber Protein pada Kelomppok Wanita Tani Oematfanu, Desa tapenpah Melalui Pelatihan Pembuatan tempe Kedelai. (2025). Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 278-281. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i1.1014