Literasi Kesehatan dalam Mencegah Perilaku Catcalling untuk Remaja SMA
DOI:
https://doi.org/10.59395/t26hn622Keywords:
cat calling, remaja SMA, pelecehan seksual, konselingAbstract
Catcalling adalah bentuk pelecehan seksual yang terjadi di ruang publik, yang meliputi perilaku seperti siulan, komentar merendahkan, atau ucapan yang tidak diminta mengenai penampilan fisik seseorang, khususnya yang ditujukan kepada perempuan. Bentuk pelecehan seksual verbal ini sulit diberantas karena sering dianggap sebagai perilaku yang dapat diterima secara sosial. Berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, terdapat 29.883 kasus kekerasan yang dilaporkan di Indonesia pada tahun 2023, termasuk 13.156 kasus kekerasan seksual. Selain itu, Komnas Perempuan mencatat 29.911 kasus kekerasan seksual pada tahun 2020, dengan 3.915 kejadian terjadi di ruang publik. Dari jumlah tersebut, 64% merupakan kekerasan seksual, yang mencakup 1.136 kasus pelecehan seksual, 762 pemerkosaan, dan 394 pelecehan lainnya.
Sebagai tanggapan terhadap isu ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menilai tingkat pemahaman siswa di SMA Negeri 11 Maros terhadap perilaku catcalling. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong sikap pencegahan terhadap pelecehan seksual. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 November di SMA Negeri 11 Maros, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini menggunakan kombinasi metode ceramah dan permainan edukatif seperti “Tebak Kata” dan “Temukan Aku” untuk menyampaikan materi mengenai definisi, bentuk, faktor penyebab, dampak, metode pencegahan, dan peran remaja dalam menghadapi kasus catcalling.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, sebagaimana terlihat dari peningkatan skor pre-test ke post-test terkait pencegahan perundungan, dari 50% menjadi 66,7%. Disarankan agar pihak sekolah memberikan perhatian lebih terhadap kejadian catcalling di lingkungan sekolah demi kenyamanan dan keamanan siswa. Upaya pencegahan yang berkelanjutan sangat penting untuk menangani masalah ini secara efektif di lingkungan pendidikan.
Downloads
References
Badan Pusat Stastistik Kabupaten Maros. 2021. Maros Baru. https://maroskab.bps.go.id/id
Coker, A. L., Bush, H. M., Brancato, C. J., Clear, E. R., & Recktenwald, E. A. (2020). Bystander Program Effectiveness To Reduce Violence Acceptance: RCT in high schools. American Journal of Preventive Medicine, 58(5), 617-625.
DeGue, S., et al. (2014). A Systematic Review Of Primary Prevention Strategies For Sexual Violence Perpetration. Aggression and Violent Behavior, 19(4), 346-362.
DeGue, S., Massetti, G. M., Holt, M. K., & Matjasko, J. L. (2021). Primary Prevention Of Sexual Violence And Harassment Against Children And Youth. Pediatrics, 147(1), e2020025423.
Espelage, D. L., Low, S., Polanin, J. R., & Brown, E. C. (2020). The Effectiveness Of School-Based Violence Prevention Programs For Reducing Sexual Violence Perpetration And Victimization Among Youth: A Meta-Analysis. Prevention Science, 21(5), 689–703.
Exner-Cortens, D., Crooks, C. V., & Wolfe, D. A. (2022). A Systematic Review Of School-Based Dating Violence Prevention Programs: The Importance Of Differential Effects And Program Components. Trauma, Violence, & Abuse, 23(1), 86-101.
Fadilla, A. N. 2021. Catcalling Sebagai Perilaku Pelecehan Seksual Secara Verbal Ditinjau Dari Perspektif Hukum Pidana. Jurnal Belo, 7(2), 146-155.
Fileborn, B., & Vera-Gray, F. (2017). Recognition And The Narrative Of Unwanted Sexual Attention. Feminist Theory, 18(2), 171-188.
Fileborn, B., O'Neill, M., & Zajdow, G. (2022). Safety, Agency, And Resistance In Street Harassment: Young Women's Engagement With Feminist Politics. Gender, Place & Culture, 29(4), 495-514.
García-Moreno, C., et al. (2015). Global And Regional Estimates Of Violence Against Women: Prevalence And Health Effects Of Intimate Partner Violence And Non-Partner Sexual Violence. WHO.
Ilahiah, Y.C.S., 2024. Upaya Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual Verbal (Catcalling). Journal of Law and Islamic Law, 2(1), 1-21.
Kartika, Y. & Najemi, A., 2020. Kebijakan Hukum Perbuatan Pelecehan Seksual (Catcalling) Dalam Perspektif Hukum Pidana. PAMPAS: Journal of Criminal Law, 1(2), 1-21.
Kearl, H. (2020). Stop Street Harassment: Making Public Places Safe and Welcoming for Women. Praeger.
Kemdikbud. 2024. Data Pokok SMA Negeri 11 Maros.
Komnas Perempuan. 2021. CATAHU 2020 Komnas Perempuan: Lembar Fakta Dan Poin Kunci. Komnasperempuan.Go.Id. https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/catahu-2020-komnas-perempuan-lembar-fakta-dan-poin-kunci-5-maret-2021
Levy, J. K., Darmstadt, G. L., Ashby, C., Quandt, M., Halsey, E., Nagar, A., & Greene, M. E. (2021). Characteristics Of Successful Programmes Targeting Gender Inequality And Restrictive Gender Norms For The Health And Well-Being Of Children, Adolescents, And Young Adults: A Systematic Review. The Lancet Global Health,P 9(2), e225-e236.
Manurung, S.B.B. & Suherman, A., 2024. Perlindungan Hukum Bagi Korban Pelecehan Seksual Catcalling Pada Perempuan Di Lingkungan Kampus Universitas Bengkulu. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik| E-ISSN: 3031-8882, 2(1),294-304.
Murakaba, M. & Rafi'ie, M., 2023. Tinjauan Yuridis Terhadap Perbuatan Catcalling (Pelecehan Seksual Secara Verbal): Berdasarkan UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Indonesia. Justicia Journal, 12(2), 223-239.
Nutbeam, D. (2000). Health Literacy As A Public Health Goal: A Challenge For Contemporary Health Education And Communication Strategies Into The 21st Century. Health Promotion International, 15(3), 259-267.
Plan International. (2022). Unsafe In The City: The Everyday Experiences Of Girls And Young Women. London: Plan International.
Srikandi, M.B. & Widianti, M.A., 2022. Anxiety/Uncertainty Management Sebagai Pengelolaan Dampak Dari Fenomena “Catcalling”. Jurnal Sinestesia, 12(2), 659-669.
Taylor, J., et al. (2019). Education As A Tool For Prevention Of Gender-Based Violence Among Young People. Violence Against Women, 25(9), 1087-1108.
UNESCO. (2019). International Technical Guidance On Sexuality Education: An Evidence-Informed Approach. Paris: UNESCO.
Vera-Gray, F., & Fileborn, B. (2021). Recognition And The Dynamics Of Face-To-Face Harassment: From Acquiescence To Resistance. Feminist Theory, 22(3), 319-338.
Yulinda, A., & Fitriyah, N. 2018. Efektivitas Penyuluhan Metode Ceramah Dan Audiovisual Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Sadari Di SMKN 5 Surabaya. Jurnal Promkes, 6(2), 116-128.
Zumi, Z. & Marpuri, S., 2022. Catcalling Sebagai Bentuk Pelecehan Seksual Secara Verbal Terhadap Perempuan Di Sijunjung (Studi Kasus Di Nagari Pematang Panjang). JSSHA ADPERTISI JOURNAL, 2(2), 1-9.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suriah Suriah, Nasrah Nasrah, Wahyunan Wahyunan, Mey Mey, Khalizah Khalizah, Firdany Firdany, Nirwati Nirwati, Hapsari Hapsari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























